Keutamaan dan Fadhilah Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab
Kudus―Bulan Rajab adalah bulan yang penuh dengan keutamaan. Sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, setiap amal shalih yang dilakukan di bulan ini dijanjikan pahala yang berlipat ganda. Jumat terakhir bulan Rajab, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 30 Januari 2025, menjadi momen istimewa untuk melipatgandakan ibadah dan memohon keberkahan kepada Allah SWT.
Para ulama menganjurkan sejumlah amalan khusus yang diyakini membawa fadhilah besar, baik di dunia maupun akhirat. Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan dan fadhilahnya.
Amalan dan Fadhilah Jumat Terakhir Bulan Rajab
1. Membaca Istighfar Sebanyak 7x atau 70x
Istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Pada Jumat terakhir bulan Rajab, umat Islam dianjurkan membaca istighfar sebanyak 7x atau 70x, sebelum khatib naik mimbar.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لاَ اِلهَ إِلاَّ هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةً عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), dan saya taubat pada-Nya dengan taubat seorang hamba yang zalim, yang tak bisa berbuat apa-apa dalam menghadapi kematian, kehidupan, dan kebangkitan.”
Fadhilah:
Menurut para ulama, membaca istighfar ini akan membawa keberkahan berupa:
- Mendapat ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosa.
- Dimudahkan rezeki sepanjang tahun.
- Diberikan ketenangan hati dan jiwa.
2. Membaca Dzikir “Ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah”
Dzikir ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 35x terutama pada waktu di antara dua khutbah shalat Jumat.
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah
Artinya: “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”
Fadhilah:
Menurut kitab Kanzun Najah was Surur karya Syaikh Hamid bin Muhammad Ali Quds, fadhilah dari dzikir ini adalah:
- Rezeki yang tidak akan terputus sepanjang tahun.
- Selalu diberi keberkahan dalam usaha dan pekerjaan.
- Menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Syaikh Ali al-Ajhuri menambahkan bahwa amalan ini sangat dianjurkan dilakukan dengan penuh khusyuk dan keyakinan.
Mengapa Amalan Ini Dianjurkan?
Keutamaan bulan Rajab disebutkan dalam Surat At-Taubah ayat 36, di mana Allah SWT memerintahkan untuk tidak menganiaya diri sendiri di bulan-bulan haram, termasuk Rajab. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa amalan baik di bulan haram akan dilipatgandakan pahalanya, sementara dosa yang dilakukan juga memiliki konsekuensi lebih besar.
Selain itu, tradisi memperbanyak dzikir dan istighfar di bulan Rajab diajarkan oleh para ulama sebagai bentuk memanfaatkan bulan mulia untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Amalan Jumat terakhir bulan Rajab yang diajarkan oleh para ulama adalah salah satu cara untuk memperbanyak amal shalih dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meskipun tidak ada dalil yang secara eksplisit menyebutkan keutamaan khususnya, amalan ini tetap membawa kebaikan karena mengandung dzikir, istighfar, dan niat mencari ridha Allah.
Fadhilah seperti dimudahkan rezeki, keberkahan hidup, dan ketenangan jiwa adalah hasil dari kepasrahan dan keikhlasan dalam beribadah. Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk menghargai nasihat para ulama yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Semoga amalan ini menjadi sarana untuk meraih keberkahan di dunia dan akhirat.
Wallahu A’lam.
.png)
Komentar