Cetak Ratusan Konten Kreator, Tekan Pengangguran di Rembang
Rembang – Dengan semangat mencetak ratusan kreator konten, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Rembang mengadakan sosialisasi bertema “Ayo Golek Gawe” di halaman kantornya. Acara ini dirancang untuk memberikan alternatif baru bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja, dalam menghadapi tantangan keterbatasan lapangan kerja formal di Rembang.
Meskipun Rembang memiliki tingkat pengangguran terendah ketiga di Jawa Tengah, Kepala Dinperinaker Rembang, Dwi Martopo, menyampaikan bahwa tantangan tetap ada. Terutama karena banyaknya jumlah pencari kerja yang melebihi ketersediaan lowongan kerja. “Banyak lulusan baru yang berpikir bahwa bekerja itu harus di kantor atau perusahaan besar. Padahal, ada begitu banyak peluang di luar sana, terutama di industri kreatif dan digital,” tutur Martopo.
Dalam acara yang dihadiri oleh masyarakat lintas generasi ini, Martopo menekankan pentingnya perubahan pandangan tentang pekerjaan. Menjadi kreator konten adalah salah satu jalan alternatif yang menarik dan bisa memberikan penghasilan yang menjanjikan. “Dengan menjadi konten kreator, kita bisa bekerja dari mana saja, tanpa terikat jam kerja. Ini adalah solusi bagi siapa pun yang ingin berkarya dan berpenghasilan, tidak hanya untuk generasi muda,” tambahnya.
Sosialisasi ini juga mendatangkan inspirasi dari para praktisi yang sudah sukses, seperti Cahaya Photography Rembang (CPR) dan kreator konten YouTube WC Official. Kehadiran mereka memberikan gambaran nyata bahwa industri kreatif mampu menjadi pilihan karier yang menjanjikan, bahkan di tengah keterbatasan lapangan kerja formal.
Mardi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Rembang, juga mendukung penuh acara ini. Ia menyebut bahwa pola pikir yang menganggap pekerjaan formal sebagai satu-satunya pilihan karier perlu diubah. “Selama kita masih berpikir sempit, bahwa bekerja itu hanya di perusahaan atau kantor, masalah pengangguran akan terus ada. Industri kreatif membuka peluang yang sangat luas, tinggal bagaimana kita meresponnya,” ujar Mardi.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini tak hanya sekadar memberi pengetahuan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berani mengambil langkah kreatif. Dengan sosialisasi ini, Dinperinaker berharap masyarakat Rembang, terutama generasi muda, bisa memanfaatkan potensi dunia digital dan memandang profesi kreator konten sebagai jalan menuju kemandirian finansial.

Komentar