8 Modus Penipuan File .APK semakin marak di Indonesia II Fronn Media
Seiring dengan evolusi teknologi, penipuan semakin marak di Indonesia, terutama melalui aplikasi pesan instan. Salah satu metode penipuan yang kerap terjadi dan terus memakan korban adalah memanfaatkan berkas berformat Android Package Kit (APK).
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjelaskan bahwa dalam skema penipuan yang menggunakan berkas APK, pelaku berupaya mengirimkan program berbahaya atau malware agar dapat diinstal di perangkat smartphone pengguna.
Untuk memahaminya lebih lanjut, APK adalah format berkas yang digunakan untuk menggabungkan elemen-elemen yang diperlukan untuk memasang aplikasi di perangkat Android. Dengan APK yang berisi malware, pelaku dapat mencuri data pribadi dan bahkan mengambil alih kendali perangkat korban.
Aplikasi semacam ini termasuk dalam kategori berbahaya karena dapat meminta akses ke data pribadi pengguna melalui aktivitas yang mencurigakan. Salah satu ciri tanda penipuan yang menggunakan berkas APK adalah ketika pesan tersebut datang dari nomor yang tidak dikenal dan meminta pengguna untuk mengunduh berkas berformat APK.
Biasanya, berkas semacam itu memiliki kata "APK" atau ".apk" di akhir nama file. Untuk menghindari penipuan semacam ini, berikut adalah tujuh modus penipuan dengan berkas APK yang pernah terjadi di Indonesia dan perlu diwaspadai.
1. Penipuan Melalui Palsu Kurir dan Resi
Penipuan pertama melibatkan oknum kurir atau ekspedisi palsu yang mengirimkan foto resi kepada korban. Mereka mengirimkan berkas APK yang pura-pura berisi resi dan berpura-pura sebagai kurir. Modus penipuan ini dapat meretas akun m-Banking korban dan menguras saldo tanpa sepengetahuan korban.
2. Penipuan Surat Tilang Online
Penipuan dengan berkas APK lainnya adalah surat tilang online. Pelaku berpura-pura sebagai petugas polisi yang mengirimkan surat tilang. Dalam aksinya, mereka mengirimkan berkas APK dengan nama "Surat Tilang-1.0" dan meminta korban untuk mengunduhnya. Setelah diunduh, saldo atau m-Banking korban dapat habis secara tiba-tiba.
3. Penipuan Melalui Voice Note
Modus penipuan berikutnya melibatkan perubahan ekstensi berkas APK sehingga terlihat seolah-olah merupakan pesan suara atau voice note. Pelaku memanfaatkan rasa penasaran korban terhadap pesan suara yang mereka kirimkan. Sebagai indikasi, jika pesan suara memiliki panah ke kanan, APK ini memiliki panah ke bawah, menunjukkan unduhan.
4. Penipuan Pendaftaran BI-Fast
Dalam modus ini, pelaku mengaku sebagai bank yang menawarkan pendaftaran BI-Fast untuk nasabah. Mereka mengirimkan berkas APK melalui pesan dan meminta korban untuk mengkliknya.
5. Penipuan dengan Nama Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Penipuan APK ini mencatut nama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melalui aplikasi pesan seperti Whatsapp dan Telegram. Mereka menampilkan program APK yang diduga dapat menguras rekening tabungan secara otomatis jika pengguna mengklik tanda unduh.
6. Penipuan Tagihan BPJS
Nomor yang tidak dikenal di WhatsApp mengirimkan tagihan BPJS Kesehatan kepada korbannya. Mereka meminta korban untuk segera melakukan pembayaran di bank atau kanal terdekat dan melampirkan berkas APK dengan judul "LEMBAR TAGIHAN."
7. Penipuan Tagihan PLN
Modus penipuan dengan berkas APK adalah dengan mengirimkan tagihan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pelaku berpura-pura menjadi petugas PLN pusat dan mengabari korban dengan mengirimkan tagihan listrik. Setelah itu, mereka akan mencantumkan nomor ID pelanggan dan mengatakan bahwa tagihan listrik korban sudah memasuki bulan ketiga dan belum dibayar. Seperti modus penipuan pada resi kurir paket, modus penipuan tagihan PLN ini juga menggunakan berkas dengan format APK, juga bertujuan untuk meretas rekening korban.
8. Penipuan Undangan Pernikahan Online
Modus penipuan ini dilakukan dengan cara mengirimkan undangan pernikahan online kepada korban. Dalam tindakan tersebut, pelaku mengirimkan pesan berupa berkas APK yang diberi nama "Surat Undangan Pernikahan Digital" melalui pesan WhatsApp. Setelah mengirimkan undangan palsu tersebut, pelaku kemudian mengarahkan korban untuk membuka pesan tersebut dan meminta korban untuk mengunduh berkas tersebut.
Demikianlah delapan modus penipuan yang melibatkan berkas APK yang pernah terjadi di Indonesia. Tetap waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan pesan dan undangan yang mencurigakan.
.png)
Komentar