Ketika Kamu di Massa tak ada rumah untuk pulang

Aku pernah berada pada masa tidak lagi mampu melanjutkan kehidupanku. Masa dimana penghinaan serta caci maki terus aku dapatkan. Masa dimana aku tidak lagi punya rumah untuk pulang. Aku merasa benar-benar ditinggalkan sendirian dan termakan oleh kesepian.

Aku pernah, berada pada masa hidup rasanya tak lagi berguna. Berbagai cara aku lakukan, agar kehidupan yang menyeramkan ini bisa segera aku tinggalkan. Namun, lagi-lagi Tuhan menggagalkan rencanaku. Seolah menyakinkan diriku, bahwa aku masih layak melanjutkan hidupku.

Ketika aku mencari perlindungan manusia, apa yang aku harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Berkali-kali rasa kecewa menderaku hingga tak berkesudahan. Sampai akhirnya, aku mulai paham. Bahwa memang tidak seharusnya aku datang kepada manusia, sebab yang bisa menjamin diriku hanya Tuhanku.

Terdengar klise, tapi satu-satunya jalan yang bisa diambil memang hanya berdamai dengan diri sendiri dan keadaan. Aku sadar betul, bahwa apa yang aku alami kala itu adalah teguran dari-Nya agar aku kembali pada jalur yang seharusnya.

Seandainya kesalahan itu aku lakukan pada manusia. Sudah bisa dipastikan, kata memaafkan tidak akan bisa aku dapatkan. Namun, ketika aku mengikhlaskan semuanya. Aku memohon ampun dengan sebenar-benarnya kepada-Nya. Kehidupan ku setelahnya seolah dimudahkan untuk semuanya.

Aku pernah mendengar kalimat ini: "Siapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Dan siapa yang mendekat sehasta, Aku akan mendekat kepadanya sedepa dan siapa yang datang kepada Ku dengan berjalan, Aku datang menyambutnya dengan berlari".

Aku merasakannya. Aku mendapati kuasanya. Aku merasakan perubahan dalam hidupku karena-Nya. Begitu pemurah ia, sehingga masih berkenan memberikan Rahmat-Nya untukku.


Mau tau, siapa yang masih begitu mencintaiku disaat semua orang membuangku?. Dialah Tuhanku, Allah. Satu-satunya dzat yang menerimaku bagimanapun kondisiku.


Semoga kita senantiasa berada dalam kebaikan dan ketaatan. Kembalilah pada-Nya selagi masih ada waktu. Jangan memaksa pulang sebelum waktunya ya.

Barakallah Fiikum

Komentar

Send Message

Kirim